Tergesa-gesa itu Pekerjaan Syaitan, Betul?

Sifat tergesa-gesa itu berupa keinginan untuk mendapatkan sesuatu sebelum tiba waktunya, layaknya seseorang memanen buah sebelum tiba masanya. Barang siapa yang tergesa-gesa, dia akan menyesal. 


Kutipan kalimat itu makin menyadarkanku bahwa benar adanya sebuah ketergesaan sebagaimana sering Allah Swt ingatkan akan berbuah pada penyesalan. Salah satu yang membuat gagal dalam segala hal adalah kita tidak menyadari pentingnya menghargai sebuah proses dan bersabar di dalamnya, alias tergesa-gesa. Karena tak ada sesuatu yang gemilang, hebat dan prestatif tanpa aral dan uji di dalamnya. Dan kegemilangan seorang hamba Allah Swt adalah saat kita bisa lulus dalam semua proses menjalani hidup dengan terus menempatkan niatan tertinggi kita untuk ibadah.

Ya, hidup ini adalah proses. Kita lahir ke dunia melalui proses yang pajang. Bahkan Allah Swt sang Maha Kuasa menciptakan dunia dalam beberapa masa. Demikianlah sunatullah segala sesuatu di dunia ini terjadi melalui proses.Tidak sim salabim, jadi.

Sayangnya, kehidupan modern dengan segala fasilitas instant yang memudahkan, membuat kita lupa akan sunatullah, bahwa hal instant pun butuh proses. Yuk kembali resapi dan maknai ini, sebagai sesuatu yang Allah hadirkan, agar di setiap langkah selalu terselip do’a dan harapan agar semua proses dimudahkan, dilapangkan. Demikian selayaknya ketergantungan seorang hamba pada Rabb-Nya.

Hal yang seringkali membuat sebuah upaya gagal terlaksana, adalah kita marah saat sebuah proses berjalan tak seharusnya. Kesal dan menyalahkan semua yang terlibat di dalamnya. Kita lupa, bahwa sebuah proses memang tak selalu mulus dalam perjalanannya. Itulah yang menjadi hidup ini penuh warna, ada banyak cerita. Menjadi hidup dengan penuh aneka tawa dan tangisan duka.

Sabar diuji saat kita melakukan interaksi, melakukan kegiatan bersama di mana didalamnya terdapat kumpulan orang dengan karakter dan kapabilitas yang berbeda. Ujian bersabar atas semua perbedaan. Ujian sabar untuk memberikan kesempatan dan kepercayaan pada orang lain bahwa ia bisa dan mampu tanpa intervensi kita.

Dapat dibayangkan jika hidup berorganisasi dan bermasyarakat ini bergulir dari A sampai Z mulus-mulus saja, tanpa ada cacat cela. Kehidupan terasa hambar. Tak ada tantangan, tak akan ada yang bisa kita wariskan bagi anak cucu dalam aneka cerita bertabur hikmah dan penuh kesyukuran. Dan sunatullohnya, hidup itu ada ujiannya. Ada keragaman di dalamnya.

Manusia yang hidup daam kondisi steril. Tanpa pernah menghadapi masalah. Tanpa pernah bisa toleran dengan keadaan, akan melahirkan manusia kaku. Manusia jumawa, manusia yang lupa etika karena kehidupan yang ia jalani terasa lebih baik dibanding hidup si manusia lainnya.

“Ah, kamu koq seperti itu?”

“Koq enggak seperti aku?”

Manusia lupa bahwa jalan hidupnya tak akan sama persis dengan apa yang dialami orang lain. Dia pikir hidup itu satu warna. Flat dari A sampai Z harus sama. Jika demikian adanya, kita hanyalah menjadi robot tanpa inovasi dan penemuan penemuan baru untuk hadapi kekurangan kita di hari ini.

Allah hadirkan manusa  -- berbeda suku, berbeda bangsa, berbeda masalah dan cara menghadapinya-- untuk saling mengenal, muamalah dalam kerangka sabar. Sesungguhnya yang paling baik di sisi-Nya adalah manusia yang paling bertakwa.


sumber gambar : slideplayer.com


Bijak Menghadapi Masalah

Cintai proses, hargai proses, dan terus berdo’a dalam setiap detik kehidupan kalian yang merupakan proses mengumpulkan bekal menuju keabadian.

Contoh sabar saat menjalani kehidupan rumah tangga adalah dengan tidak menyakiti istri, saat ia tidak bisa menyajikan masakan lezat dengan kata-kata yang keluar dari mulut suami. Bersabar dalam proses mendampingi istri yang tengah berupaya menyajikan hidangan terbaik, versinya. Dampingi dia untuk berproses, untuk bertumbuh dengan menjadi istri yang senantiasa bahagia menyajikan aneka masakan di keluarga..

Contoh perilaku sabar lainnya adalah dengan tidak  menyakiti hati suami saat ia memberikan uang belanja tak sesuai harapanmu. Hargai prosesnya dengan melihat upaya yang sudah ia berikan untuk keluarga. Bantu suami berproses menjadi ayah terbaik versinya dengan kesabaran dan penuh do’a.

Maha Besar Allah yang menciptakan keanekaragaman di dunia untuk senantiasa mengucap syukur atas keindahan yang diberikan-Nya. Demikianlah,  hal yang semula tampak buruk, tak elok karena tak sesuai standar, akan menjadi indah saat dilihat dari sudut lain yang berbeda.

Demikian pula teman, sahabat, tetangga semua rezeki yang Allah Swt hadirkan untuk mengisi kehidupan ini dengan terus berproses melangkah menuju keabadian.

Sabar akan melahirkan kebajikan dan kebijakan

Sabar akan menjauhkanmu dari perilaku yang menyakitkan

Sabar adalah mulia, demikian yang diminta Sang Pencipta Allah Swt.

Tepat dalam Memutuskan

Tepat memutuskan adalah saat engkau melakukan hal penting dalam hidup disertai dengan kesadaran penuh akan resiko dan tanggungjwabmu atas putusan yang dilakukan.

Jangan memutuskan perkara penting dalam kondisi di bawah kendali emosi

Jangan memutuskan perkara penting saat  tengah marah

Jangan memutuskan perkara penting saat  tengah terlalu bahagia

Endapkan pikiran dan putuskan segala sesuatu dalam kondisi tanpa tekanan dan paksaan

Hanya Allah dan syariatnya yang wajib menjadi sandaran atas semua keputusan penting dalam hidupmu.

Berikan waktu pada diri untuk memutuskan tanpa emosi mengusainya.

Sifat tergesa-gesa hendaknya dilawan dengan sifat sabar dalam proses.

Tergesa-gesa merupakan salah satu sifat syaitan yang harus kita jauhi dalam kehidupan. Mengapa demikian? Buah dari sifat tergesa-gesa melahirkan penyesalan dan hilangnya kewibawaan. Sifat ini dapat menempatkan pelaku tidak pada tempatnya. Merupakan sifat gegabah, kurang berpikir dan berhati-hati dalam bertindak.

Sifat tergesa-gesa itu berupa keinginan untuk mendapatkan sesuatu sebelum tiba waktunya, layaknya seseorang memanen buah sebelum tiba waktunya.

Barang siapa yang tergesa-gesa, dia akan menyesal.

Yuk jauhi sifat tergesa-gesa dengan sabar menjalani proses. Inilah kunci ajaran agama Islam bahwasanya Allah Swt mencintai hamba-Nya yang mau berproses dengan terus bersabar. Bagaimana mungkin orang tua  bisa mendapati anak yang shaleh dan shalehah jika tidak mau bersabar?

Jangan terjebak pola pikir instant

Jangan terjebak pikiran mau by pass ingin sukses dengan pola karbitan

Pisau tajam karena diasah

Besi kuat karena ditempa

Semua yang Allah hadirkan dalam hidup adalah ujian yang perlu proses sabar dalam menjalaninya, sesuai kehendak-Nya.

Jangan biasakan memaksakan kehendak

Jangan biasakan gegabah dalam bertindak

Hargai proses selama di dalamnya tidak melanggar aturan-Nya

Senantiasa sabar dalam menjalaninya agar hidup penuh bahagia

Percayalah kesabaran akan berbuah manis

Ketergesaan akan mendatangkan penyesalan dan derita berkepanjangan

Sabar ciri hamba Allah

Tergesa-gesa itu kawannya syaitan

Tanamkan itu, camkan dalam hati

Semoga Allah Swt senantiasa memberkahi langkah-langkah kita dalam kehidupan yang fana ini 
Aaamiin Ya Rabb.

Yuk releksi diri, apakah selama ini lebih sering tergesa-gesa dalam bertindak, atau sebaliknya?



0 komentar:

Post a comment