Tips Umroh Bersama Lansia

Lamanya antrian berhaji membuat sebagian umat muslim memilih untuk melakukan umroh. Termasuk Mamah yang saat ini sudah memasuki usia 76 tahun. Beliau akhirnya memilih untuk umroh setelah uang pendaftaran haji 5 tahun lalu tak kunjung kembali, Mamah kena tipu oknum yang menjanjikan berangkat haji dalam waktu relatif cepat ( tanpa perlu menunggu antrian).

Tetapi tak mudah memilih travel umroh terpercaya, apalagi mamah sudah punya pengalaman buruk : kena tipu. Selain itu, kami pun harus mempertimbangkan waktu keberangkatan dan biaya yang terjangkau. Mamah berencana berangkat ditemani saya, putri sulungnya. Untuk itu, jadwal keberangkatan haruslah bersamaan dengan libur atau ujian mahasiswa. Dengan demikian, keberangkatan tidak menaganggu aktivitas saya yang berprofesi sebagai dosen.

Ada banyak travel umroh ternama dan sudah memiliki reputasi yang bagus, umumnya mematok biaya di atas 30 juta. Itupun jadwal berangkat sudah full, sementara saya hanya memiliki waktu libur terdekat di pertengahan bulan November. Akhirnya pilihan kami jatuh pada Zein Tour yang saat itu memiliki kantor cabang di Mesjid Raya Bandung yang berlokasi di alun-alun Bandung.

Mulailah kami membayar DP sebesar masing-masing 1 juta dan melunasi biaya sebelum 2 minggu keberangkatan. Alhamdulillah Alloh swt memberikan jalan kemudahan pada kami hingga bisa melunasi biaya tepat pada waktunya.

Pergi umroh memerlukan persiapan mental dan fisik yang paripurna. Sebelum berangkat ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama oleh pendamping umroh.

Umroh bersama Mamah ( dok probadi)


Apa saja hal yang harus dipersiapkan :

1. Tawakal

Ada banyak peristiwa yang akan kita hadapi di tanah suci, persiapkan diri dengan tawakal pada Alloh swt. Sampaikan pada orangtua bahwa ibadah umroh adalah undangan Alloh swt. Apapun yang terjadi di tanah suci Lillah, sehingga meminimalisir rasa khawatir berlebih atau kecewa dan hati senantiasa dipenuhi dengan kesyukuran.

2. Perlengkapan

Siapkan perlengkapan umroh untuk orang tua, khususnya perlengkapan pribadi seperti obat-obatan dan diaper (jika di Indonesia sudah terlihat tidak bisa mengendalikan buang air kecil). Untuk obat-obatan seperti anti mabuk berkendara dan obat anti masuk angin jika sudah terbiasa dikonsumsi sebaiknya jangan lupa dibawa. Pengalaman saya, sangat sulit menemukan toko yang menjual obat-obatan Indonesia dan menjual diaper.

3. Makanan

Untuk meminimalisir kesulitan adaptasi makanan, bawalah makanan atau camilan dari Indonesia. Jika orangtua rindu sayuran, kita bisa menanyakan restoran Indonesia yang menyajikan makanan khas dengan harga terjangkau. Jika orangtua tidak mau makan di saat jam makan, tak perlu malu untuk mengambil makanan dan membawanya ke kamar hotel.

4. Pendamping Umroh

Saat menjalankan umroh, khususnya saat thawaf dan saï orangtua sebaiknya didampingi oleh muthowif yang ditunjuk oleh travel, agar lebih nyaman. Biasanya muthowif yang mendampingi akan menjemput dan mengantar hingga penginapan.

Ada peristiwa yang tidak bisa kami lupakan, satu hari sebelum keberangkatan, mamah terserang gatal-gatal dan matanya bengkak. Beliau nampak khawatir begitu juga saya. Tetapi mengingat kembali point di atas bahwa kita tawakal pada Alloh swt, alhamdulillah setiba di tanah suci gatal-gatal hilang, Mamah sehat wal afiat.

Mendampingi orangtua saat umroh adalah bagian dari proses berbakti kita pada beliau. Bersyukurlah karena masih diberikan waktu dan usia. Semoga Alloh berkahi umroh kita. Aamiim Ya Rabb.



0 komentar:

Post a comment