Hal yang Harus Diperhatikan saat Membuat Paspor Anak

Syarat Pengurusan Paspor Anak (sumber : dokumen pribadi)

Jelang liburan kali ini, media ramai menyajikan informasi penerbangan murah ke luar negeri. Bayangkan saja, penerbangan ke Singapura bisa dibayar dengan biaya kurang dari 400 ribu, WOW!

Tak heran akibatnya, banyak pihak yang ingin pelesir ke luar negeri. Kantor Imigrasi kelas 1 Bandung, sebagai kantor layanan paspor bagi warga Bandung dan sekitarnya, diserbu para pembuat paspor.

Sebagai salah satu peserta program Company dan Campus Visit  kampus LP3I saya ikut mengantri membuat paspor. Insha Alloh, pada keberangkatan nanti di tanggal 24-27 April 2017, saya akan membawa serta anak sulung. Kami akan melakukan kunjungan ke Universitas Kuala Lumpur Malaysia, Polytechnic Singapore dan kunjungan ke beberapa perusahaan di 2 negara tersebut.

Saat itu saya mengantri untuk mengurus paspor anak, karena milik pribadi sudah pernah diuruskan sebelumnya. Nah, untuk mengurus paspor anak ini ( dibawah 17 tahun), ada beberapa syarat yang harus dipenuhi :
1. Akte kelahiran anak
2. Kartu Keluarga
3. Pasport orang tua
4. KTP orang tua
5. Buku nikah orang tua
6. Kedua orang tua harus hadir untuk sesi wawancara
Kita diwajibkan membawa berkas ASLI dan foto copy di atas kertas A4 (untuk Foto Copy  bolak balik KTP tidak boleh digunting, lembar kertas A4 utuh )

Bagi orang tua yang menyertakan anaknya saat melakukan perjalanan ke luar negeri, diharuskan mengisi formulir pernyataan yang ditandatangani di atas materai. O ya, ada 2 form yang harus diisi dengan menyertakan materai untuk ditandatangi di atasnya. Jadi siapkan 2 buah materai ya.



Pengambilan paspor dilayani sejak pukul 13.00-16.30 ( sumber : dokumen pribadi)

Untuk pengurusan paspor di wilayah Bandung, sampai dengan saat saya mengurus paspor masih terlihat antrian yang sangat panjang, Sebagian besar datang mengantri dari jam 3-4 subuh, Duh, miris dibuatnya, apalagi sebetulnya saat ini ada fasilitas pembuatan paspor online namun pada prakteknya memakan waktu lebih lama.

Rupanya kemudahan bepergian ke luar negeri dengan adanya pilihan tiket murah, belum dibarengi dengan kesiapan pihak imigrasi. Saya dengar dari para pembuat paspor yang melakukan perpanjangan, kejadian antrian panjang ini  sudah lazim terjadi, terutama menghadapi waktu liburan panjang.

Ayah dan Bunda ingin berlibur ke luar negeri bersama Ananda, siapkan dokumen lengkap dan waktu serta tenaga ya. Pengurusan paspor yang memakan waktu panjang memang melelahkan. Tapi tak usah khawatir, untuk anak usia balita ada nomor khusus sehingga bisa dipanggil dan dilayani lebih awal.

Selamat membuat paspor anak dan melewati liburan bersama keluarga yang menyenangkan yaa ..


This entry was posted in

0 komentar:

Post a comment