Waspadai, 3 Kesalahan dalam Memuji Anak

Ayah dan Bunda, memiliki anak yang cerdas dan aktif serta sehat adalah dambaan kita semua. Seringkali kita memberikan pujian pada anak-anak dengan tujuan agar anak-anak memiliki semangat, bangga dan bahagia atas prestasi yang dicapainya.

credits : google


Ternyata memberikan pujian pada anak itu memiliki rambu- rambu yang harus diwaspadai, antara lain :

1. Hindari memberikan pujian berlebihan
Pujilah anak sesuai dengan USAHA yang dilakukannya, bukan hanya semata atas PENCAPAIAN yang diperolehnya. Penelitian menunjukkan jika kita hanya memuji HASIL tanpa menghargai PROSES, anak akan menjadi PRIBADI yang bisa jadi lupa PROSES dan ingin INSTANT dalam mencapai sesuatu.

2. Melakukan manipulasi dalam memberikan pujian
Hal ini sering tanpa sadar kita lakukan, misal : "Anak cantik, bisa ambilkan Bunda handphone?". Lebih baik puji anak atas usahanya mau membantu Bunda mengambilkan handphone.

3. Memuji dengan membanding-bandingkan 
Seringkali orangtua memberikan pujian atas prestasi seorang anak dan tanpa sadar membandingkan dengan anak yang lain. Misalnya : "Kakak pintar, nanti adik belajar yang rajin supaya bisa seperti kakak."

Memberikan pujian yang berlebihan, tanpa fokus pada usaha anak justru akan berbahaya. Anak akan menjadi pribadi yang HAUS akan PUJIAN dan merasa hampa jika hidup tanpa PENGHARGAAN berupa PUJIAN. Anak juga bisa tumbuh menjadi PRIBADI yang mudah ter-demotivasi karena KEGAGALAN dalam hidupnya. Sebab, ia tahu KEGAGALAN akan menjauhkannya dari PUJIAN.

Lebih jauhnya lagi, anak akan menjadi SOMBONG dan meremehkan orang lain. Pujilah anak dengan TULUS, fokus pada USAHA dan manfaat apa yang akan dicapai anak dengan USAHA tersebut.

Yuk, Ayah dan Bunda, waspada dengan pujian ya..



0 komentar:

Post a comment