Maia Estianty dan Ahmad Dhani Rujuk?



Berita perihal rujuknya Maia Estianty dan Ahmad Dhani membuat saya penasaran. Apakah mungkin keduanya bisa rujuk seperti yang diberitakan? Walaupun bukan seorang penikmat acara infotaintment, namun berita mengenai hal tersebut banyak bertebaran di internet, menggelitik rasa kepo saya.

Barangkali karena sesama wanita, kadang sensitivitas saya muncul manakala pemberitaan mengenai keduanya muncul. Saya membayangkan bagaimana rasanya jadi seorang istri yang merintis segala sesuatunya bersama suami dari nol , memiliki 3 anak lelaki yang ganteng, pada akhirnya harus bercerai. Sakit pastinya ya?

Apalagi ketika terakhir, anak nomor 3  yakni Dul terpaksa harus berurusan dengan polisi karena menjadi penyebab terjadinya tabrakan maut di jalan tol. Rasa kasihan muncul melihat nasib Dul. Anak remaja itu, mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi tanpa SIM.  Apakah ini satu indikasi bahwa Dul telah menjadi korban kedua orang tuanya yang bercerai?

Andai saja benar adanya mereka bisa rujuk. Tentu yang paling berbahagia adalah anak-anak, karena mereka bisa mendapati kembali kasih sayang dari kedua orang tuanya. Namun ternyata Maia memilih untuk tidak kembali ke masa lalunya, dengan rujuk bersama Ahmad Dhani. Menurutnya, dia kini sudah move on, melupakan masa lalu dan menatap masa depan. Baginya yang terpenting adalah anak-anak.

Pernyataan Maia untuk move on memang terlihat jelas, dia bisa dengan lapang hadir di acara ulang tahun anaknya yang ke-17 berdampingan dengan istri Ahmad Dhani yang sekarang. Legowo ya?

Move on adalah pilihan terbaik, terutama saat kita mengalami luka batin yang cukup dalam, dalam hal ini adalah berpisah dengan orang yang kita cintai. Move on bukan berarti kita menafikan apa yang terjadi tetapi lebih fokus pada solusi. Langkah berikut yang harus kita tempuh dalam hidup.

Kemampuan untuk move on juga dimiliki oleh ‘Suhu’ saya dalam belajar bisnis dan penulisan. Ketika membaca kisah hidupnya yang tertuang dalam sebuah buku, saya mendapati bahwa saat masa remaja Sang Suhu ditinggal wafat sang Ayah. Namun, kepergian Ayah tidak membuatnya terpuruk, namun terus melangkah mengejar mimpi-mimpi yang dirangkainya sejak kecil.

Selamat buat Maia yang berhasil move on dan mulai merasakan kembali perannya menjadi seorang Ibu dengan  mengurus Dul di rumahnya. Saya yakin cepat atau lambat pasti cita-citanya untuk bisa berkumpul bersama ke-3 anaknya akan terwujud. Semoga

4 comments:

  1. move on...ayo terus move on....

    ReplyDelete
  2. Bahasa kerennya MOVE ON... Bahasa agamanya HIJRAH :-D... Bahasa indonesianya PINDAH... Bahasa Jawanya NYINGKRIH... Bahasa Cinanya NGUNG XIE :-D

    ReplyDelete
  3. seneng liat foto di atas

    ReplyDelete