Surat Rindu untuk Abi

Bandung,18 Mei 2014

Jika kau tanyakan perasaanku saat ini,,rindu,,rindu yang teramat sangat ingin bertemu dan memelukmu.
Betapa pendek waktu yang kita lalui bersama, maafkan aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu.
Kita memang berbeda,,aku yang terburu-buru,,sedang kamu tidak.
Aku yang berantakan, dirimu orang yang tertib.
Aku yang tidak sabaran, dirimu sungguh sangat sabar.
Aku yang suka di luar rumah, dirimu sangat rumahan.
Aku yang tidak terampil masak, dirimu adalah jago masak.
We are the opposite couple tetapi sesungguhnya dalah pasangan yang saling melengkapi.

Tahun-tahun terakhir aku sangat-sangat sibuk,,tertatih antara ingin selalu ada di sampingmu dan memenuhi apa yang tidak dapat kau penuhi karena sakitmu.
Tak ada terbersit di hatiku untuk mengunggulimu,,aku hanya berupaya menyempurnakan apa yang tidak dapat engkau tunaikan. Kita adalah team. Tak ada kalah dan menang ,,

Saat semuanya telah siap, aku akan slalu ada untukmu,mendampingimu, menungguimu, merawatmu,memasak untukmu,,Alloh berkehendak lain,,
Tepat di ulang tahunku yang ke 40 – tanggal 16 Desember 2013-- aku datang menjemputmu nun jauh di seberang sana,,aku berangkat dari Bandung menjemputmu yang terbaring lemah di Belitung.

Keajaiban Alloh SWT berikan,,semua dimudahkan,,aku bisa membawamu kembali kepelukanku dan anak-anak setelah kita terpisah selama 3 bulan lamanya.Kau terbaring lemah di pesawat,,berangkat dari RSUD Belitung masuk ke RS Borromeus Bandung,kau terbaring lemah.

Die on the bed itu katamu,,seperti sebuah pesan yang kucoba abaikan karena aku masih ingin bisa terus bersamamu membesarkan anak-anak kita.

Kau terbaring dalam dzikir dan keprasahan,,dengan selimut semangat dan keyakinan.
Kurawat dirimu dengan penuh sayang.
Kucoba untuk selalu tersenyum walau sebenarnya batin ini menangis,,,

50 hari penuh merawatmu, memberikan banyak kenangan yang tak akan aku lupakan.
Tak pernah ku dengar keluh kesah dari mulutmu.
Hingga tanggal 8 Februari 2014 maut memisahkan kita,,
Alloh SWT memanggilmu,,menempatkanmu dalam maqom para shobirin.

Terima Kasih atas cinta dan setia yang engkau berikan.
Terima Kasih atas bekal padaku untuk bisa tetap tabah,tegar dan semangat melanjutkan hidup.
Dirimu dihatiku tak akan tergantikan,,aku akan setia untukmu karena Alloh,,
Tunggu kami di syurga Alloh,,jemput aku dan anak-anak di sana ,,Aamiin Y rabb,,

With LOVE,,
UMMI

#100 hari berpulangnya Alm,,Semoga Alloh mengampuni dosa dan kehilafannya,,menempatkannya dalam maqom para shobirin,,Aamiin Y Rabb,,
 — bersama Indari Mastuti dan 9 lainnya.

0 komentar:

Post a comment